Cerita Tentang Tokoh Tokoh

Ini kisah mengenai tokoh-tokoh, bisa tokoh agama, budaya, perwayangan atau lain-lain. Juga mengenai tokoh dongeng atau yang nyata. Tinggal bagaimana anda dapat memetik hikmah dari cerita atau kisah yang dialaminya saja. Untuk itulah tulisan mengenai mereka di buat. Wassalam, AyahTasha

Monday, October 02, 2006

Tokoh Islam - Habib Ali Al Habsyi - Kwitang

Jika Anda berkunjung ke Kelurahan Kwitang, Jakarta Pusat, setiap Ahad pukul 06.00 hingga 10.00 pagi, niscaya akan menemukan kerumunan orang. Jumlahnya bertambah lebih dari dua kali biasanya. Kwitang, salah satu kampung tua di Jakarta, dalam waktu-waktu itu biasa didatangi para jamaah dari Jabotabek. Mereka umumnya berasal dari Mampang, Buncit, Kemang, Ragunan, Pedurenan, Kebayoran Lama, Depok, Bojonggede, dan sekitarnya.

Menurut Pimpinan Majelis Taklim Habib Ali Kwitang, Habib Abdurahman Alhabsji (62), tiap Ahaad sekitar 20 ribu hingga 30 ribu kaum Muslimin dan Muslimat berdatangan ke majelis taklimnya. Menurut Abdurahman, pada Sabtu malam banyak di antara jamaah yang datang dari jauh, menginap di maujelis taklim ini.
Majelis Taklim Kwitang, boleh dikatakan sebagai majelis taklim tertua di Jakarta. Kelompok ini telah berdiri sejak seabad lalu. Pendirinya adalah Habib Ali Alhabsji. Warga Betawi menyebutnya sebagai Habib Ali Kwitang. Ia dilahirkan di kampung Kwitang, tempat majelis taklim ini berada pada 20 April 1870 atau 133 tahun lalu. Sejak usia 20 tahun, Habib Ali telah menjalankan pengajaran agama di berbagai pelosok Ibukota
.
Di samping itu, Habib Ali yang sejak usia enam tahun telah yatim karena ditinggal mati ayahnya Habib Abdurahman, sejak muda juga telah melakukan perniagaan kecil-kecilan. Ayahnya Habib Abdurahman, kelahiran kota Semarang, kemudian bermukim di kampung Kwitang. Di makamkan di Cikini, habib Abdurahman adalah misan pelukis kenamaan Raden Saleh, yang juga kelahiran Semarang. Ia bermukim di Kwitang, setelah menikah dengan Hajjah Salmah, puteri seorang ulama Betawi dari Kampung Melayu, Jatinegara.

Di majelis taklim Kwitang inilah Habib Ali, dan juga putranya Habib Muhammad, dan kemudian cucunya Habib Abdurahman kini memimpin majelis taklim lahir. Seperti dikemukakan Habib Abdurahman, yang merupakan generasi ketiga dari majelis Kwitang ini, Habib Ali meninggal dunia pada Juni 1968 dalam usia 98 tahun. Dia digantikan putranya Habib Muhammad yang meninggal pada 1993. Dengan demikian Habib Abdurahman telah memimpin pengajian ini selama 10 tahun.
Setelah Habib Ali meninggal, murid-muridnya seperti KH Abdullah Syafiie dan KH Tohir Rohili masing-masing mendirikan Majelis Taklim Syafiiyah, di Bali Matraman, Jakarta Selatan, dan Tohiriah di Jl Kampung Melayu Besar, Jakarta Selatan. Kedua majelis taklim ini telah berkembang demikian rupa sehingga memiliki perguruan Islam, mulai dari taman kanak-kanak hingga perguruan tinggi. Karena punya akar yang sama, tiga majelis ini (Kwitang, Syafiiyah, dan Tahiriyah) selalu merujuk kitab an Nasaih ad-Diniyah karangan Habib Abdullah Alhadad, seorang sufi terkenal dari Hadramaut, Yaman Selatan. Ratibnya hingga kini dikenal dengan sebutan Ratib Hadad.
Menurut KH Abdul Rasyid AS, putra almarhum KH Abdullah Syafi'ie yang kini memimpin Majelis Taklim Asy-Syafi'iyah, sekalipun kitab kuning ini telah berusia 300 tahun, tapi masalah yang diangkat masih tetap relevan dan aktual saat ini. Sufi yang kitab karangannya juga dijadikan rujukan di Mesir dan sejumlah negara Arab, memang banyak mengangkat segi akhlak, agar manusia memiliki akhlakul karimah seperti yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW.
Kembali kepada almarhum Habib Ali, ia memiliki banyak murid orang Betawi, termasuk KH Noer Ali, ulama dan tokoh pejuang dari Bekasi, karena pernah memiliki madrasah Unwanul Falah. Madrasah Islam dengan sistem kelas didirikan pada tahun 1918, dan letaknya di Jl Kramat Kwirang II, berdekatan dengan Masjid Al-Riyadh, Kwitang. Untuk pertama kali waktu itu, madrasah ini juga terbuka untuk murid-murid wanita, sekalipun tempat duduknya dipisahkan dengan murid pria. Ratusan di antara murid-murid sekolah ini, kemudian menjadi da'i terkemuka, dan banyak yang memimpin pesantren, termasuk Al-Awwabin pimpinan KH Abdurahman Nawi di Depok, dan Tebet, Jakarta Selatan.
Tabligh dan Maulid
Dengan jubah putih dan janggut rapi, laksana pakaian Pangeran Diponegoro ketika mengibarkan jubahnya melawan Belanda, setelah masa tuanya tiap hari duduk di depan kediamannya di Kwitang. Dia telah menjadikan kediamannya ini sebagai masjid, sekalipun ia juga ikut mendirikan Masjid Kwitang, yang jaraknya sekitar 200 meter dari kediamannya. Dari kediamannya inilah, ia menerima para tamu yang bersilaturahim, maupun murid-muridnya yang kebanyakan ulama untuk lebih menambah ilmu. Sedangkan pada Ahad pagi ia biasa dikelilingi ribuan jamaah yang mendengarkan petuah-petuahnya tentang ilmu agama.
Mohamad Asad (93), penulis banyak buku di Timur Tengah, dan puluhan tahun mengenalnya mengatakan, majelis taklim Kwitang bertahan selama satu abad hingga sekarang, karena inti ajaran Islam yang disodorkan berlandaskan tauhid, kemurnian iman, solidaritas sosial, dan akhlakul karimah. Ia tidak pernah menanamkan ideologi kebencian, hasad, dengki, ghibah, fitnah, dan namimah. Ia juga menekankan prinsip ukhuwah Islamiyah, sekalipun ia lebih mendekati akidah kelompok NU, tapi majelisnya banyak pula didatangi tokoh Muhammadiyah.
Habib Ali yang selama hidupnya hampir tidak pernah meninggalkan shalat berjamaah, seperti dikemukakan oleh Mr Hamid Algadri, termasuk ikut mendorong Syarikat Islam yang dipimpin HOS Cokroaminoato. Karena itu, ia juga berkawan dengan Haji Agus Salim, dan pernah bersama-sama dipenjarakan pada masa pendudukan Jepang. Dalam rangka prinsip ukhuwah Islamiyah, karenanya di majelis-majelis taklim warga Betawi seperti dianjurkan Habib Ali, hampir tidak ada diantara mereka yang membesar-besarkan perbedaan, apalagi kalau perbedaan itu dalam masalah khilafiah.
Habib Ali memimpin perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Kwitang sejak tahun 1920. Dalam perayaan maulid secara tradisional ini diselingi bacaan-bacaan, berupa pujian akan kebesaran asma Allah, pembacaan sejarah Nabi, juga dihadiri para pembesar dan pejabat negara. Tidak kurang dari PM Juanda, Presiden Soeharto, Menko Pangab Jenderal Nasution menghadiri maulid dan pengajiannya.
Seperti dikemukakan oleh cucunya Habib Abdurahman, peringatan maulid akhir Kamis di Majelis Taklim Kwitang, yang tahun ini akan diselenggarakan Kamis 27 Rabiulawal atau 29 Mei 2003, dengan membaca kitab Simtud Duror karangan Habib Ali Muhammad, ulama terkenal dari Sewon, Hadramaut. Peringatan maulid dengan membaca kitab tersebut pertama kali diselenggarakan di Indonesia di kota Jatiwangi, Cirebon. Kemudian berpindah ke kota Tegal, kemudian ke Bogor. Setelah itu ke kota Surabaya di Masjid Ampel.
Pada tahun 1919, Habib Ali yang kala itu berusia 54 tahun mendapatkan wasiat untuk melanjutkan peringatan maulid ini tiap akhir Kamis bulan Rabiulawal. Mula-mula oleh Habib Ali diselenggarakan di Tanah Abang, di sekolah Jamiatul Kheir sekarang ini. Mulai tahun 1937, ketika Masjid Kwitang berada dalam asuhannya, maulid diselenggarakan di tempat ini. Dan kemudian berpindah di majelis taklimnya hingga sekarang.
Pada masa-masa lalu, perayaan maulid Nabi di Kwitang selalu disiarkan oleh radio Jakarta. Sehingga umat Islam yang tidak bisa hadir di Kwitang, dapat mengikutinya melalui radio baik dari dalam maupun luar negeri. Terbukti dari banyaknya surat yang diterima oleh Habib Ali kala itu.
Menurut Habib Abdurahman, pada peringatan maulid yang telah berlangsung lebih 80 tahun ini, seperti juga pada masa kakeknya, sejumlah ulama dari Singapura, dan Malaysia telah menyatakan akan hadir pada maulid tahun ini. ''Saya masih menunggu surat dari Arab Saudi dan Timur Tengah,'' ujar Habib lulusan Daarul Nasi'in Lawang (1955-1958). Diperguruan ini ia sekelas dengan Ketua Umum PKB Alwi Shihab.
Dia memperkirakan, seperti tahun-tahun lalu, tahun ini tidak kurang dari 50 ribu jamaah yang akan hadir. Untuk itu, dia telah menyediakan 200 ekor kambing untuk konsumsi mereka. ( alwi shahab)
Disadur dari harian Republika, Jumat 9 Mei 2003 oleh DHB Wicaksono

3 Comments:

Blogger eddyjackson8380932615 said...

hey, I just got a free $500.00 Gift Card. you can redeem yours at Abercrombie & Fitch All you have to do to get yours is Click Here to get a $500 free gift card for your backtoschool wardrobe

4:41 AM  
Anonymous Anonymous said...

[url=http://firgonbares.net/][img]http://firgonbares.net/img-add/euro2.jpg[/img][/url]
[b]coreldraw photographs to line drawings, [url=http://firgonbares.net/]buy adobe photoshop software[/url]
[url=http://firgonbares.net/][/url] buying adobe software nero 6
rules of order software [url=http://firgonbares.net/]family office software[/url] cheapest internet security software
[url=http://firgonbares.net/]adobe photoshop cs3 phone activation crack[/url] new microsoft software
[url=http://firgonbares.net/]retail store layout software[/url] software buy now
filemaker pro 10 crack [url=http://firgonbares.net/]buy chess software[/b]

7:32 PM  
Anonymous Anonymous said...

get cheap wgHXZyBd [URL=http://www.ugg--outlet-online.blogspot.com/]cheap ugg boots online[/URL] and get big save FGUvFrUp [URL=http://www.ugg--outlet-online.blogspot.com/ ] http://www.ugg--outlet-online.blogspot.com/ [/URL]

8:04 AM  

Post a Comment

<< Home